Hidup Sehat dengan Sayuran Organik
<!–
–>
Sehat itu mahal. Kelas menengah mencoba sayuran organik untuk meraih hidup sehat.
Hidup Sehat dengan Sayuran OrganikDi Indonesia, sayuran organik belum lama dikembangkan. Sayuran ini baru ramai dibicarakan pada awal dekade ini. Banyak orang mulai tertarik mengkonsumsinya karena alasan kesehatan. Penikmatnya datang dari berbagai kalangan, dari mulai ibu rumah tangga hingga artis-artis beken macam Melly Manuhutu, Anya Dwinov, Sophie Navita hingga Setiawan Djody. Tak ayal, permintaan pun meningkat. Sayuran organik pun menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Akibatnya, banyak orang saat ini menekuni bisnis sayuran organik.
Sayuran organik merupakan sayuran yang ditanam secara ramah lingkungan dan dikelola secara alami (tanpa penggunaan bahan kimia sintetis dan rekayasa genetika). Perbedaan proses pertanian yang ada antara sayuran organik dan sayuran biasa menyebabkan hasil luarannya pun berbeda. Perbedaan yang paling mencolok adalah “Pertama, sayuran organik tanpa residu karena tanpa pengawet, pestisida, insektisida; kedua, sayuran organik lebih segar; dan ketiga, sayuran organik lebih sehat,” terang Edo, seorang marketing pada sebuah perusahaan agribisnis organik di Malang, Jawa Timur, ketika diwawancara melalui telepon.
Banyaknya permintaan membuat sayuran organik seakan menjadi komoditas primadona sektor pertanian. Sayuran organik seakan menjadi tren bagi sebagian, kalangan. Sayuran ini telah menjadi faktor penting dalam gaya hidup seseorang, walaupun. Kendati demikian, jumlah konsumsinya memang masih sangat terbatas. Para pengkonsumsi umumnya datang dari kalangan menengah ke atas karena harganya terbilang mahal, bisa dua hingga tiga kali lipat harga sayuran biasa.
Memang wajar bila sayuran organik lebih mahal ketimbang sayuran biasa. Hal itu bukan disebabkan karena sayuran tersebut sedang menjadi tren, melainkan cost yang harus dikeluarkan dalam pertanian organik memang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah sifat pertanian itu yang sangat tergantung pada musim. Bagi para pedagang hal itu tentu saja tidak menyenangkan. “Keuntungannya sangat lama didapat,” ujar Edo.
Seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sayuran organik, yang pada gilirannya memicu naiknya permintaan, dan adanya dukungan dari pemerintah, kendala cost dalam produksi sayuran organik perlahan dapat ditekan. Pada masa yang akan datang, hal itu akan semakin lebih baik sehingga harga sayuran organik di pasaran bisa lebih terjangkau berbagai lapisan masyarakat. Konsumennya pun akan lebih variatif. Imej sayuran organik hanya milik kalangan berada pada akhirnya akan tergerus.
Kendati permintaan produk pertanian organik terus meningkat, tetap saja produksi yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Permintaan produk pertanian organik dunia mencapai 15-20 per tahun, namun pangsa pasar yang dapat terealisasi hanya 0,5-2 persen saja. Sebagaimana ditulis Balai Penelitian Tanah, di Eropa yang lahan pertanian organiknya terus bertambah saja permintaan tetap tidak bisa terpenuhi. Padahal, rata-rata pertambahan areal pertanian organik di benua itu terus meningkat tiap tahunnya. Pada 1987, rata-rata pertambahan areal hanya 1 persen. Sepuluh tahun kemudian, 1997, rata-rata pertambahan meningkat menjadi 2-7 persen per tahun.
Pertanian organik akan menjadi lahan bisnis yang menjanjikan mengingat masih sedikitnya pemain yang ada, di samping besarnya jumlah penduduk yang dimiliki dan perbaikan pendapatan ekonomi masyarakat serta peningkatan standar hidup yang ada. Memang diperlukan upaya keras untuk bisa mengatasi hambatan-hambatan yang ada, namun sebagai peluang bisnis hambatan-hambatan itu merupakan tantangan mengasikkan tersendiri yang perlu ditaklukkan.
Pemerintah sendiri terus aktif mendukung pertanian organik dengan bantuan teknologi dan sosialisasi. Pemerintah juga memberi dukungan dalam bentuk aturan yang meliputi standarisasi, sertifikasi, dan pengawasan. Departemen Pertanian telah mencanangkan program “Go Organic 2010”, program yang diarahkan untuk mengajak masyarakat, baik petani sebagai produsen maupun masyarakat luas sebagai konsumen, untuk hidup sehat. Sistem pangan organik telah diatur pemerintah dalam Standar Nasional Indonesia tentang Sistem Pangan Organik, tertuang dalam SNI 01-6729-2002.